Aceh Tenggara – Akademi Keperawatan Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara (Akper Pemkab Agara) menjalin kolaborasi aktif dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tenggara dalam menjalankan Program Posyandu Keliling, sebuah inisiatif pelayanan kesehatan berbasis masyarakat yang menyasar wilayah terpencil dan sulit dijangkau layanan kesehatan rutin.
Program ini tidak hanya menjadi bentuk pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga wadah pembelajaran langsung bagi mahasiswa keperawatan dalam memahami realitas pelayanan kesehatan komunitas di lapangan.
Posyandu Keliling: Mendekatkan Layanan, Meningkatkan Akses
Posyandu Keliling merupakan bentuk inovasi pelayanan kesehatan terintegrasi yang dilaksanakan secara mobile menggunakan kendaraan dinas kesehatan. Kegiatan ini menjangkau desa-desa di pedalaman Aceh Tenggara yang tidak memiliki posyandu tetap atau sulit mengakses puskesmas.
Layanan yang diberikan meliputi:
- Penimbangan balita dan pemantauan tumbuh kembang
- Imunisasi dasar lengkap
- Pemeriksaan ibu hamil
- Edukasi gizi, ASI eksklusif, dan sanitasi
- Deteksi dini penyakit menular dan tidak menular
- Konsultasi keluarga dan pelayanan KB
Peran Mahasiswa dalam Program
Melalui program ini, mahasiswa Akper Pemkab Aceh Tenggara yang sedang menjalani praktik keperawatan komunitas terlibat langsung sebagai bagian dari tim pelaksana. Mereka bertugas dalam:
- Pengambilan data dan asesmen kesehatan masyarakat
- Edukasi kesehatan dan promosi PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat)
- Pemberian asuhan keperawatan dasar di komunitas
- Pelatihan kader posyandu lokal
Kegiatan ini membekali mahasiswa dengan pengalaman nyata tentang tantangan geografis, sosial, dan budaya dalam pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.
Kolaborasi Lintas Sektor yang Harmonis
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tenggara menyampaikan apresiasi atas keterlibatan aktif institusi pendidikan keperawatan dalam program ini.
“Kami menyambut baik kolaborasi ini karena mahasiswa bukan hanya belajar, tetapi juga menjadi agen perubahan dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat, terutama di daerah yang belum terlayani maksimal,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Akper Pemkab Aceh Tenggara menekankan bahwa praktik berbasis komunitas seperti ini sangat penting dalam membentuk keperawatan yang humanis, adaptif, dan berdaya guna.
“Kami ingin lulusan kami tidak hanya mahir di rumah sakit, tapi juga mampu hadir dan bekerja nyata di tengah masyarakat, termasuk di desa-desa terpencil,” tegasnya.
Dampak Langsung ke Masyarakat
Selama pelaksanaan program di beberapa desa seperti Lawe Sumur, Ketambe, dan Semadam, masyarakat menunjukkan antusiasme yang tinggi. Para ibu membawa balita mereka untuk diperiksa, ibu hamil berkonsultasi, dan para kader posyandu mendapatkan pelatihan dari tenaga kesehatan dan mahasiswa.
Salah satu warga, Bu Nurhayati, mengungkapkan rasa syukurnya:
“Kami biasanya harus ke kota untuk imunisasi. Tapi dengan posyandu keliling ini, kami bisa mendapatkan layanan langsung di desa. Mahasiswanya juga ramah dan banyak memberikan informasi baru soal gizi dan kesehatan anak.”
Pembelajaran Kontekstual bagi Mahasiswa
Bagi mahasiswa, program ini bukan hanya praktik keperawatan biasa. Mereka belajar langsung tentang:
- Dinamika sosial masyarakat desa
- Tantangan pelayanan kesehatan primer
- Pentingnya pendekatan budaya lokal dalam edukasi kesehatan
- Kolaborasi lintas profesi dan lintas sektor
Langkah Ke Depan: Posyandu Keliling Berbasis Edukasi & Inovasi
Akper Pemkab Aceh Tenggara dan Dinas Kesehatan berkomitmen untuk terus mengembangkan program ini menjadi lebih luas, berkelanjutan, dan berbasis data. Ke depan, program Posyandu Keliling juga akan disinergikan dengan:
- Pengembangan riset komunitas mahasiswa
- Pelaporan kondisi gizi dan kesehatan berbasis digital
- Pendampingan ibu dan anak secara berkelanjutan
Penutup
Kolaborasi antara Akper Pemkab Aceh Tenggara dan Dinas Kesehatan dalam Program Posyandu Keliling adalah contoh nyata sinergi antara dunia pendidikan dan pelayanan kesehatan. Melalui pendekatan ini, mahasiswa belajar langsung dari realitas lapangan, sementara masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang lebih merata dan mudah diakses.
Program ini menjadi wujud nyata dari misi Akper Pemkab untuk melahirkan perawat yang profesional, berjiwa sosial tinggi, dan siap mengabdi di mana pun dibutuhkan.
📌 Tentang Akper Pemkab Aceh Tenggara
Akademi Keperawatan ini merupakan institusi vokasi yang didirikan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara, fokus mencetak perawat kompeten dan berjiwa pengabdian, dengan orientasi kuat pada pelayanan komunitas dan daerah terpencil.
📌 Tentang Dinas Kesehatan Aceh Tenggara
Sebagai penggerak utama sistem kesehatan daerah, Dinkes Aceh Tenggara terus mengembangkan inovasi pelayanan yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk melalui program seperti Posyandu Keliling.

